Bawaslu Kampar Hadiri Rangkaian HUT RI Ke-80 Bawaslu Provinsi Riau Maknai Kemerdekaan Berdemokrasi Dalam Pemilu
|
BANGKINANGKOTA- Usai mengikuti rangkaian peringatan HUT RI Ke-80 di Provinsi Riau, hari senin s/d selasa (18 s/d 19 / 08/2025), yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Riau, , Ketua Bawaslu Kampar, Syawir Abdullah, SH, sampaikan bahwa Bawaslu Kampar menjadikan momentum HUT Kemerdekaan RI ini sebagai puncak kedaulatan Rakyat.
Menuruytnya, puncak kedualatan Rakyat pada perayaan HUT RI ke -80 ini adalah kemerdekaan bagi setiap rakyat dan bangsa Indonesia dalam berbangsa bernegara dan bertanah air yang dicerminkan dalam bingkai demokrasi sebagai bentuk hak rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri. Namun, kemerdekaan tidak serta-merta menghadirkan pemerintahan yang benar-benar “dari, oleh, dan untuk rakyat”. Jembatan yang mengubah kemerdekaan menjadi kedaulatan sehari-hari adalah demokrasi, dan pemilu merupakan jalan setapak menuju kemerdekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan oleh karena itu, kualitas pemilu akan sangat menentukan seberapa nyata kemerdekaan hadir dalam kehidupan warga negara Indonesia.
Ungkapan itu disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Kampar, usai mengikuti rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Bawaslu provinsi Riau, yang mengatakan bahwa momonetum tersebut dapat dilihat dari peran penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu menjadi krusial, bukan sekadar teknis administratif. Tetapi KPU bertugas memastikan setiap tahapan berjalan terbuka dan dapat diaudit, mulai dari pendaftaran hingga rekapitulasi suara. Sementara itu, Bawaslu hadir untuk mengawasi, mencegah, dan menindak pelanggaran agar kompetisi berlangsung adil untuk menjaga hak pilih rakyat, sebutnya.
Menurut Syawir, momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, pihaknya juga sampaikan bahwa refleksi mendalam tentang arti kemerdekaan dan keterkaitannya dengan tugas luhur Bawaslu dalam menjaga tegaknya demokrasi adalah Ketika kita memperingati delapan dekade kemerdekaan bangsa ini, sesungguhnya kita sedang meneguhkan kembali janji sejarah: bahwa kemerdekaan ini tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, melainkan juga memastikan setiap warga negara memiliki ruang setara dan demokrasi adalah wujud nyata dari janji kemerdekaan itu, dan Bawaslu adalah garda depan yang memastikan janji tersebut tidak dikhianati,” ungkapnya
Selaku Ketua Bawaslu Kampar, Syawir tegaskan bahwa kemerdekaan harus dipahami sebagai mandat moral, bukan sekadar seremoni tahunan. Kemerdekaan, menurutnya, adalah amanah untuk menolak segala bentuk penindasan, termasuk dalam wajah barunya, politik uang, manipulasi suara, intervensi, dan praktik elektoral yang mencederai kedaulatan rakyat.
Oleh karena itu, tugas Bawaslu adalah menjaga agar kemerdekaan tetap otentik, tidak dipasung oleh kepentingan sesaat, dan tidak dikorbankan demi syahwat kekuasaan. “Kemerdekaan Berdemokrasi tidak boleh dicedrai dengan praktik kecurangan atau politik yang membelah masyarakat, akan tetapi demokrasi yang sejati, menurutnya, hanya bisa tegak lurus jika dilalui melalui mekanisme yang benar, melalui keterbukaan, serta keberanian menolak segala bentuk penyimpangan yang ada. “Tolak Politik Uang, Tolak Politik pecah Belah dan tolah politik yang menyebarkan berita hoax dalam pelaksanaan Pesta Demokrasi. Sebab Pemilu yang cerdas merupakan wadah sebuah kemerdekaan berdemokrasi,” tutup Syawir. (*)
Penulis : Martunus
Editor : Humas Bawaslu Kampar
Dokumentasi : P2H Bawaslu Kampar