Lompat ke isi utama

Berita

Lakukan Sosialisasi, Bawaslu Kampar Hadiri Open Turnamen Antar Madrasah dan SMA se Kampar

Nebdjebeh

BANGKINANGKOTA-  Dalam melakukan sosialiasi Pengawasan Partisipatif Pemilu dan Pemilihan dimasa  non tahapan ini,  Bawaslu Kabupatyen Kampar tidak mau berdiam diri dan terus melakukan pembaharuan dalam meningkatkan pengawasan partisipatif ditengah Masyarakat dan salah satunya adalah sosialiasi pada saat menghadiri undangan Open Tournamen Bola kaki CUP ke-16 MAN 1 Kampar, ahad (09/05/2026) di Lapangan Bola Kaki Empat Balai Kecamatan Kuok.
Hal itu disampaikan Koordinator Divisi Penecagahan, Parmas dan Humas (P2H) Bawaslu Kabupaten Kampar, Fadriansyah, S.Pd, usai menyaksikan Open turnamen dilapangan Empat Balai Kuok,  melakukan sosialiasi sambil menikmati pertandingan  bola kaki antar Madrasyah dan SMA se- Kabupaten Kampar tersebut.
Sebagai wujud dari sosialisasi  ini pihaknya mencoba berdiskusi lepas dengan jajajaran pemangku kepentingan di Kementrian agama Kabupaten Kampar yang juga menghadiri kegiatan open turnamen tersebut sambil mensosialiasikan peran penting pengawasan partisipatif dilakluakan dan Lembaga kementrian agama adalah satu sarana pendukung yang sangat tepat dimanfaatkan sebagai corong untuk memasifkan upaya pengawasan partisipatif ditengah Masyarakat di Kabupaten Kampar.
Dalam diskusi lepas tersebut  sebut Fadriansyah bahwa pihaknya berharap melalui Kementrian Agama Kabutaen Kampar bisa mejadi corong dan perpanjangan tangan Bawaslu Kampar untuk melakukan sosialisasi ditengah masyarakat.
“Hari ini kami sengaja menghadiri undangan Open Turnamen ini karena siswa siswa yg menyaksikan iven bola kaki ini merupakan pemilih pemula, dengan harapan Bawaslu bisa bersosialisasi akan pentingnya melakukan pengawasan partisipatif dan diskusi sangat mendapat respon dari siswa, guru dan kementrian agama Kabupaten Kampar,” akuinya.
Melalului Sosialisasi ini, Bersama Kementrian agama yang juga hadir pada open turnamen tersebut ratusan siswa siswi dan didampingi para guru serta kepala sekolah Madrasyah se- Kabupaten Kampar  diharapkan Masyarakat dan dunia Pendidikan memahami apa tugas bawaslu baik dimasa tahapan maupun di non tahapan,”: akuinya.
Sebagai target sosialiasi ini adalah lahirnya Kerjasama Bawaslu Kabupaten Kampar dengan sekolah-sekolah dan Kementrian Agama Kabupaten Kampar. “Kita yakin Lembaga Kemenag Kampar ini punya jaringan hinggga Tingkat bawah ditengah Masyarakat yang dapat membantu Bawaslu dalam mensosialisasikan pentingnya Pengawasan Partisipatif ditengah Masyarakat,” katanya.
Ditambah Fadriansyah, pihaknya yakin dengan menggandeng Kementrian agama dan jajaranya, adalah strategi yang paling ampuh bagi bawaslu agar terjadinya pemerataan pengawasan Pemilu dan Pemilihan dimasa datang dengan memberdayaan pengawasan Partisipatif.
“dengan menggandeng seluruh pihak, tugas Bawaslu secara Lembaga dapat terbantu karena Bawaslu  dalam melakukan pengawasan tentunya jumlah personal pengawas Pemilu  terbatas  sesuai yang diatur secara regulasi dan tidak sebanding dengan wilayah yang harus diawasi Dimana Kampar ini terdiri dari 250 Desa serta 8 Keluarahan yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupotaen Kampar, tentunya butuh pengawasan langsung dari masyarakat,” akui Fadriansyah.
Untuk itu pihaknya yakin dengan adanya peranan aktif dari masyarakat tentu akan bisa meningkatkan pengawasan  dalam seluruh tahapan Pemilihan, dan dengan banyaknya jumlah yang mengawasi tentu dapat meminimalisir atau dapat mempersempit potensi terjadinya dugaan pelanggaran,” ujar Fadriansyah akhir komentarnya.(*)
 

Penulis    : Martunus
Editing     : Humas Bawaslu Kampar 
Dokumetasi    : Humas Bawaslu Kampar