Lompat ke isi utama

Berita

Kawal Data Pemilih Pemula, Bawaslu Gandeng Kepala Sekolah dan Madrasah Sukseskan PDPB 2026

csdca

BANGKINANG – Bawaslu Kabupaten Kampar terus menggencarkan pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), kali ini dengan menyasar data pemilih pemula. kegiatan koordinasi ini digelar guna memastikan hak pilih generasi muda terdata secara akurat dan mutakhir.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (17/9/2026) tersebut diwakili oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kampar, Fadriansyah, S.Pd., beserta staf. Kunjungan Kepala MTs TI Batu Belah, Salman Alfarsyi, diterima langsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Kampar.

Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Kampar menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis sebagai sumber data pemilih pemula. Pasalnya, sebagian besar siswa yang telah memasuki usia 17 tahun atau sudah menikah berpotensi menjadi pemilih pada pemilihan mendatang, namun sering kali belum terdaftar dalam sistem pemutakhiran data pemilih.

Kepala MTs TI Batu Belah, Salman Alfarsyi, menyambut baik inisiatif Bawaslu Kampar tersebut. Menurutnya, keterlibatan pihak madrasah sangat penting agar siswa-siswi yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih dapat terfasilitasi hak konstitusionalnya dengan baik.

"Kami mendukung penuh langkah Bawaslu Kampar. Madrasah siap membantu memberikan data siswa yang sudah berusia 17 tahun, sehingga mereka tidak kehilangan hak pilihnya hanya karena belum terdata," ujar Salman Alfarsyi.

Melalui koordinasi ini, Bawaslu Kampar mendorong pihak madrasah untuk aktif melaporkan data siswanya yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih kepada penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan. Selain itu, pihak madrasah juga diimbau untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya partisipasi dalam pemilu serta proses pemutakhiran data pemilih.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Bawaslu Kampar dalam mengawal PDPB 2026 secara menyeluruh, tidak hanya di tingkat desa dan kelurahan, tetapi juga di lingkungan pendidikan. Dengan menggandeng pihak madrasah, Bawaslu Kampar berharap data pemilih pemula dapat terinventarisasi dengan baik, sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap proses demokrasi.

Bawaslu Kampar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap tahapan pemutakhiran data pemilih, memastikan tidak ada warga negara—terutama pemilih pemula—yang kehilangan hak pilihnya akibat kelalaian administrasi. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya daftar pemilih yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan pada PDPB 2026.

Penulis: Naufal

Editor: Humas

Foto: Humas