Bawaslu Kampar Apresiasi Siswa Aktif Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di SMA Muhammadiyah Bangkinang
|
Bangkinang, 27 Februari 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kampar memberikan apresiasi kepada siswa-siswi SMA Muhammadiyah Bangkinang yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif pemilu. Apresiasi itu di serahkan langsung oleh Fadriansyah selalu Kordiv. P2H Bawaslu Kampar.
Kegiatan berlangsung pada Hari Selasa tanggal 25 Februari 2025, dengan tujuan meningkatkan partisipasi dan literasi masyarakat terutama kalangan pelajar terhadap proses pengawasan pemilu.
Sejumlah siswa aktif bertanya mengenai urgensi netralitas polisi dalam konteks penyelenggaraan pesta demokrasi. Pertanyaan tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap bagaimana pihak keamanan berperan menjaga kelancaran dan integritas pemilu tanpa memihak pada kepentingan tertentu.
Menjawab pertanyaan tersebut, narasumber dari Bawaslu Kampar, Fadriansyah, S.Pd., menekankan bahwa netralitas aparat keamanan, termasuk polisi, adalah elemen penting untuk mencegah potensi konflik dan menjaga kepercayaan publik terhadap pemilu serta demokrasi secara keseluruhan. Fadriansyah menjelaskan bahwa netralitas bukan sekadar kewajiban, melainkan fondasi hubungan antara penyelenggara pemilu, aparat keamanan, dan warga negara. Dukungan dari semua pihak terhadap netralitas diyakini mampu menciptakan iklim pemilu yang damai, adil, dan bebas tekanan.
Sementara itu, para peserta sosialisasi mengapresiasi kesempatan untuk berdialog langsung dengan narasumber dan berperan aktif dalam memahami mekanisme pengawasan partisipatif. Mereka menilai program ini penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan tentang proses pemilu, hak pilih, serta cara melaporkan pelanggaran secara konstruktif tanpa menimbulkan ketegangan sosial.
Bawaslu Kampar berharap kolaborasi dengan sekolah-sekolah di daerah dapat terus diperluas, sehingga edukasi tentang pengawasan partisipatif pemilu tidak berhenti di satu sesi, melainkan berkelanjutan melalui program-program literasi demokrasi yang melibatkan pelajar, orang tua, dan komunitas sekitar.
Penutupan acara ditandai dengan komitmen siswa untuk menyebarkan informasi yang telah didapatkan ke lingkungan sekolah dan keluarga, guna meningkatkan partisipasi aktif serta kesadaran pentingnya netralitas aparat keamanan dalam menjaga demokrasi yang sehat.
Penulis : Naufal
Editor : Humas
Foto : Humas